Ini Tampang Honda CBR150 Berwujud Neo Scrambler, Modalnya Cuma Rp 30 Juta

Motorgue, 26 Jun 2020
  • Ini Tampang Honda CBR150 Berwujud Neo Scrambler, Modalnya Cuma Rp 30 Juta
    Ini Tampang Honda CBR150 Berwujud Neo Scrambler, Modalnya Cuma Rp 30 Juta
Merubah konsep motor sport dengan tampilan klasik belum tentu mengurangi sosok gagahnya. Malah dengan racikan yang apik bisa tambah lebih gahar, sekaligus nyentrik. Lewat tangan dingin builder asal Surabaya, Yohanes Marse, sebuah Honda CBR150 CBU, disulap menjagi gaya neo scrambler.

Konsep transformasi motor sport menjadi retro datang dari konsumen bengkel custom Jowo Cutom milik Anes, sapaan akrab Yohanes. Setelah dua kali datang, akhirnya ditetapkanlah desain bergaya scrambler yang berbeda.

Bukan perkara mudah mengganti wujud motor sport tulen menjadi gaya neo scrambler. Ada beberapa bagian yang butuh perhatian khusus agar hasilnya menjadi ciamik. Anes bercerita, dimensi CBR150 yang kecil, musti pintar-pintar mengakalinya terutama bagian rangka. Tujuannya, agar CBR150 bergaya neo scrambler punya postur yang pas, lebih besar, berotot dan jangkung.

Hasil final bukan didapat sekali-dua kali pengerjaan. Lantaran isi kepala berbeda, silang pendapat antara konsumen dengan builder kerap terjadi. Apalagi sang konsumen sangat kritis mengenai detail motor untuk mendapatkan custom motor terbaik.


Mengenai komponen kustom, sebagian datang dari konsumen. Jowo Custom tinggal menyesuaikan dan memasangnya sesuai selera pemilik motor. 

Melihat detailnya, tangki BBM dibuat sedikit mengotak dengan laburan car berwarna silver metalik, yang dipermanis dengan lis merah putih di tengah dan belakang tangki.

Sedangkan jok didesain ulang. Hasilnya didapat ukuran 60cm dengan lebar 28cm pada bagian depan, dan 24 cm di belakang. Pelapis jok terbuat dari kulit dengan model terinspirasi dari Ducati Scrambler.

Beralih ke sektor kaki-kaki. Bagian ini sudah tentu digarap ulang. Misalnya pelek depan menggunakan ukuran 250 ring 17 dan belakang 300 ring 17. Pelek kemudian bersanding dengan karet pembungkus depan-belakang ukuran 120/80 dan 140/80.

Lalu shock depan mengadopsi kepunyaan Yamaha Xabre yang dicat berwarna grey, dan peredam kejut belakang milik Kawasaki Ninja RR150. Sementara cakram depan dan tromol belakang pakai milik Kawasaki KLX150, dan setang diambil dari Yamaha Byson. Hanya saja ulirnya dicomot dari produk aftermarket yang lebih besar agar motor tidak ambles. Maklum saja, motor ini dipakai harian.

Untuk lampu-lampu, baik headlamp atau sein, rumahnya terbuat dari bahan stainless custom, dengan penambahan beberapa akserois yang juga dari bahan stainless.

Terakhir, selain knalpot hasil custom sendiri, spidometer dicomot dari produk aftermarket dengan warna kebiru-biruan. Spidometer jenis ini menurut Anes menjadi salah satu favorit anak-anak pecinta motor custom.

Lantas berapa biaya restorasinya? Motor yang digarap hampir satu tahun ini cuma menyita biaya Rp 30 jutaan.

Sumber: otosia