Yamaha TMax Dimodifikasi Bergaya Radikal, guna untuk Hilangkan Tingkat Kepraktisan

Motorgue, 27 Jun 2020
  • Yamaha TMax Dimodifikasi Bergaya Radikal
    Yamaha TMax Dimodifikasi Bergaya Radikal, guna untuk Hilangkan Tingkat Kepraktisan
Yamaha TMax merupakan skuter matic premium. Karena motor ini sangat memanjakan bagi si pengendaranya.  Motor ini pun memiliki bagasi yang sangat lega, bahkan bisa memasukkan 2 helm bersamaan dalam satu bagasi.

Menaiki motor ini serasa menaiki moge. Karena kursi pengendara begitu nyaman dan lega. Dan motor ini dimanjakan dengan posisi berkendara yang nyaman membuat Yamaha TMAX ini cocok dijadikan sebagai motor touring.

Ada beberapa orang yang menyukai motor Yamaha TMax ini dimodifikasi. Yaitu salah satunya memodifikasinya secara ekstrem pada skutik moge mulai digandrungi di benua Eropa. Seperti yang dilakukan oleh Unikat Motorworks yang mengubah Yamaha TMax menjadi bergaya radikal. Tingkat kepraktisan yang dimilikinya dihilangkan, dan hanya menonjolkan kerangka serta mesin layaknya naked bike.

Untuk Finishing memberi warna yang sesuai. Selama proses desain, Greg maupun Maciej sepakat kalau cat yang digunakan tidak sekadar berkelir gelap. Mereka memberi warna satin, semi-gloss, dan jok kulit cokelat yang sangat kontras. Semua yang tersisa dari TMax asli hanya pelek emas. Alhasil, Yamaha TMax XP500 hasil karya Unikat Motorworks tampil sangar, agresif dan radikal.

Semua berawal saat Maciej Bielawski ingin menjual skutik moge kesayangannya, karena lama tak terpakai dan sudah ketinggalan zaman. Tapi kemudian ia mulai mempertimbangkan dan mengurungkan keputusannya itu. Lantas ditemuilah Greg Korczak, pemilik Unikat Motorworks untuk menghidupkan kembali TMax XP500 dengan gaya yang berbeda.

Greg yang juga seorang sinematografer dan sutradara spesial efek akhirnya mengubah TMax milik Maciej menjadi lebih ‘kejam’. Walau punya banyak pengalaman mengkustomisasi skuter Vespa, ia mengaku kesulitan ketika merekontruksi bagian rangka. Alhasil proses riset untuk memperhitungkan dimensi kerangka memakan waktu hingga 4 bulan.

Fokus pertama yang dilakukan yaitu menurunkan bobot. TMax XP500 keluaran 2009 yang semula 221 kg dipangkas menjadi 191 kg, atau menyusut 30 kg. Ia mencopoti semua panel bodi berbahan plastik menempel, dari depan hingga belakang. Setelah itu Greg mulai memodifikasi subframe agar motor menjadi lebih pendek dan ramping. Masalah inilah yang membuatnya sempat putar otak.

Perhatian penuh selanjutnya ada di sektor tengah. Namun lagi-lagi menemui kendala untuk meletakkan tangki baru dan pendingin udara. Itu karena subframe yang didesain jauh lebih kecil. Walau butuh perjuangan lebih, pada akhirnya berhasil mensisipi kedua komponen itu.
Ubahan dilanjutkan pada bagian dapur pacu. Tapi sebetulnya tak banyak komponen yang diganti, cuma filter Malossi yang lebih besar dan exhaust system custom. Sisanya masih mengandalkan jantung mekanis bawaan pabrik. Sementara sektor kaki-kaki juga tidak ada ubahan signifikan.

Setelah masalah itu selesai, Greg memasang panel samping dan buritan model mesh/jala yang tembus pandang. Hal itu dimaksudkan agar tangki dan sistem pendingin baru tidak terpampang jelas. Agar selaras, atasnya dipasangkan kursi mewah yang mengikuti kontur subframe anyar. Berbahan kulit, lengkap dengan motif jahitan eksklusif. Bagian depan dan handle pun tak luput dari balutan warna cokelat.

Bagian tengah selanjutnya dipusatkan di depan mesin. Greg membuat sendiri penutup di bawah frame utama. Tak ada kisi-kisi untuk lubang udara, semua tertutup rapi. Menurutnya terlalu banyak aliran angin dari depan bisa mengurangi kestabilan saat berkendara. Tak lupa juga tiap sisi dari depan hingga belakang diberikan beberapa baut warna krom supaya lebih menarik.
Untuk bagian depan dibiarkan telanjang tanpa cover. Hanya mengandalkan windshield kepunyaan BMW C400 untuk menutupi bagian kokpit motor. Panel instrumen memakai Motoscope Mini dan sudah full digital dari Motogadget. Kunci kontak manual diganti perannya dengan mo.lock berteknologi RFID (Radio Frequency Identification). Sistemnya seperti keyless, tapi dengan cara ditempelkan dengan jarak sekitar 20-40 mm.
Sumber: oto