Bukan Beat Street atau Nex Cross, Ini Lawan Sepadan X-Ride

Motorgue, 30 Apr 2020
  • Motor X-Ride
    Bukan Beat Street atau Nex Cross, Ini Lawan Sepadan X-Ride
Jakarta - Sering kali Honda Beat Street dan Suzuki Nex II Cross menjadi lawan sepadan Yamaha X-Ride. Itu wajar karena  desainnya yang sebelas dua belas.

Namun jadi tak selevel bila menilik perbekalan jantung mekanik. X-Ride menggendong mesin 125 cc, sedangkan rivalnya cuma 110 cc.

Artinya tidak tepat juga membandingkan X-Ride dengan kedua lawan ini. Padahal jika merujuk mesin, skutik tualang Yamaha Indonesia punya lawan ideal. Datang dari Taiwan yang dinamai SYM Crox 125 dan berdandan ala motor dual purpose.

Ia juga punya desain tubuh meruncing di depan, sama seperti X-Ride. Malah skutik SYM ketambahan hand guard sebagai pelengkap setang telanjangnya. Belum lagi cover panel meter yang agresif bak perawakan elang pemangsa.

Item tersebut tak ada di X-Ride. Masuk akal, lantaran posisi sein skutik Yamaha berada tepat di bawah setang. Lain halnya dengan Crox 125 yang terintegrasi di tebeng depan. Mengenai jenis lampu, sama-sama bohlam.

Sama dengan penyajian lampu utama Crox 125, meski ia punya DRL LED di bagian bawah. Sementara X-Ride bukan cuma DRL, headlamp-nya pun sudah sepenuhnya LED.

Namun X-Ride harus mengakui lagi keunggulan tampilan Crox 125. Kaki-kaki terutama bagian depannya dilengkapi kaliper rem berwarna merah dan cakram bergelombang.

Sementara X-Ride terlihat lawas dengan sematan kaliper legam dan disc brake monoton. Tapi coba tilik ke bagian belakang. X-Ride mengandalkan peredam kejut tunggal dengan sistem tabung. Sebaliknya, si Crox 125 menggunakan suspensi ganda konvensional.

Satu keuntungan bagi pemilik skutik ini, pihak SYM mendesain sistem pengeremannya dengan prinsip combi brake system (CBS).

Pun bila ditilik pada penyajian panel meter. Soal bentuk tergantung selera, dan kami rasa keduanya punya desain dinamis. Cuma modernitas jelas merujuk kepada Crox 125.

Informasi kecepatan, RPM hingga bahan bakar, dipaparkan secara digital dengan latar berwarna biru. Sedangkan X-Ride masih sepenuhnya menggunakan penampang analog. Nilai plus yang dipunya X-Ride terdapat pada Eco Indicator saja.

Dimensi dan Performa

Yamaha boleh berbangga karena X-Ride punya fitur kunci berpelengkap remote. Memiliki fungsi Answer Back System guna memudahkan pencarian motor saat berada di tempat parkir. Kemudian X-Ride juga punya lampu hazard.

Soal pengendalian, X-Ride sepertinya lebih mudah karena dimensinya yang lebih kecil. X-Ride 125: 1.870 x 740 x 1.070 mm, sementara Crox 125: 1.905 x 750 x 1.115 mm (PxLxT). Bahkan dari bobot pun terpaut jauh. X-Ride punya beban 98 kg, Crox 125 mencapai 113 kg.

Meski begitu, Crox 125 ternyata punya daya tampung bensin 6,5 liter. Terpaut 2,3 liter dari X-Ride yang memiliki tangki BBM 4,2 liter.

Lantas bagaimana dengan performa? Seharusnya tak ada selisih karena kubikasi mesin keduanya serupa. Tapi catatan pihak SYM menyebut, skutiknya ini mampu menghasilkan daya 10 Hp/8.500 rpm dan torsi 9,2 Nm di 7.000 rpm.

Sementara X-Ride dapat mengail daya maksimal 9,3 Hp pada 8.000 rpm dan torsi 9,6 Nm/5.500 rpm. Plus-minus tenaga X-Ride kalah sedikit, tapi unggul dari segi momen puntir.

Sayangnya SYM Crox 125 tidak beredar di Indonesia. Jika saja ada, pasti X-Ride 125 punya lawan seimbang. Kendati pihak pemasok Crox 125 harus berpikir ulang untuk membanderolnya. Sebab X-Ride punya harga cukup bersahabat yaitu Rp 18,68 juta.
Sumber: liputan6