Ini Alasan Vespa S Lebih Menarik Ketimbang Model Lain

Motorgue, 30 May 2020
  • Vespa S
    Ini Alasan Vespa S Lebih Menarik Ketimbang Model Lain
Vespa S 125 i-Get punya penawaran paling beda. Dia juga menjadi satu-satunya unit berperawakan sporty dan tampilannya modern, . Tentu saja menggoda, terlebih dengan banderol kompetitif. Wajar, karena memang itulah yang menjadi faktor penentunya. Vespa S sendiri merupakan salah satu produk entry level. PT Piaggio Indonesia selaku pemegang merek mematok harga jualnya di angka Rp 34 juta atau lebih mahal dari produk terbawah lain yaitu Vespa LX 125 i-Get. Namun, tipe S punya nilai jual yang tak bisa disamakan dengan varian LX.

Sekilas, Anda pasti sepakat bahwa Vespa S berpenampilan lebih energik. Lampu kotak yang menjadi identitasnya lantas dipadukan 'dasi' memanjang ke bawah. Maskulin, terutama dengan opsi kelir bodi Titanium Red, Red Matte dan Green Matte. Kemudian dipadu pula dengan penggunaan pelek berwarna hitam.
Tak cuma itu, terjemahan unsur sport juga begitu kentara. Utamanya lewat sematan decal yang menghias area tebeng serta tepong Vespa S. Terakhir, tentu saja desain jok ala single seater. Kendati begitu pengemudi bisa tetap berbagi dengan boncengan, meski porsinya tak sama.

Otomatis cuma itu pembedanya, karena sejatinya tak ada perubahan signifikan terhadap impresi berkendara. Seperti varian lain, Vespa S 125 juga menawarkan posisi berkendara menegak. Tetap nyaman karena setang tinggi dan joknya lebar. Meski menjadikan beberapa penggunanya canggung. Terutama saat berhenti di lampu merah karena memaksa kaki berjinjit.

Namun, faktor tadi rasanya cuma hal minor dan tak layak diperdebatkan. Toh inilah Vespa, sebuah brand yang 'menjual' historis dan melekat hingga sekarang. Ciri khas itu dapat dilihat dari tebeng serta tepong yang identik ditemui pada Vespa lawas. Walau begitu, nuansa konservatif masih tetap terasa, sekalipun pada Vespa modern sekelas S 125. Satu diantaranya adalah usungan sistem penerangan yang masih berupa halogen.

Kendati begitu, tak sepenuhnya dikatakan kolot. Nyatanya Vespa terus melakoni pengembangan produk. Termasuk pada Vespa S 125 yang sudah berbekal mesin injeksi dengan 3 buah katup. Mesin i-Get berkapasitas 124,5 cc ini punya output berupa tenaga 10,2 Hp/7.600 rpm dan torsi 10,2 Nm/6.000 rpm. Disebutkan pula, berkat teknologi i-Get ini juga, getaran pada lini Vespa modern seperti S 125 diminimalisir.
Sementara pengendalian mengandalkan paduan suspensi depan dengan single arm, berpelengkap pegas Helikal beserta peredam kejut tunggal hidrolik. Lalu untuk bagian belakang, mengandalkan shock tunggal dengan 4 setelan kekerasan (preload). Khusus suspensi belakang itu, tak bisa Anda temui pada Vespa LX yang berstatus paling murah. Namun, spesifikasi ini sama dengan kepunyaan Vespa Primavera 150 dan Sprint 150 yang dijual di atas Rp 40 juta. Item ini juga dipakai oleh Vespa GTS 150 dengan harga jual tembus Rp 50 juta.
 
Redaman suspensi Vespa S 125 juga dibantu sepasang ban tubeless ukuran 110/70-11 dan 120/70-10 (depan-belakang). Sayang pengeremannya hanya mengandalkan cakram (200 mm) di roda depan, sedangkan belakang masih berupa tromol. Memang tanpa ada ABS seperti varian di atas. Tapi untuk ukuran skuter 125 cc, bekalan penghenti laju itu sudah cukup bukan? Yang terpenting Vespa S 125 i-Get dipasarkan dengan harga cukup bersahabat, modis dan sporty. Estetika yang tak dapat Anda temui pada lini Vespa lain, bukan?

Sumber: oto