Pandemi COVID-19, Harley Davidson Pangkas Gaji Karyawan

Motorgue, 22 Jun 2020
  •  Pandemi COVID-19, Harley Davidson Pangkas Gaji Karyawan
    Pandemi COVID-19, Harley Davidson Pangkas Gaji Karyawan
JAKARTA - Di tengah pandemi COVID-19, Harley Davidson tampaknya tidak mampu menahan arus kerugian. Pabrikan motor gede (moge) asal Amerika Serikat itu harus memberhentikan sementera sebagian besar pekerjanya serta memotong gaji karyawan.

Aktivitas pengiriman dan penjualan motor Harley juga terganggu karena pandemi ini. Keputusan sulit itu diumumkan setelah Harley memperkirakan pendapatan perusahaan tahun ini.

Saham Harley juga mengalami menurunan hingga 5,7%. Wabah virus corona menekan pendapatan perusahaan dan meludeskan arus kas. Mau tidak mau, Harley harus menghemat setiap dana yang dikeluarkan, serta meningkatkan likuiditas.

Pemangkasan biaya yang dikeluarkan disiasati dengan mengurangi pengeluaran yang tidak penting. Pemotongan gaji untuk tingkat Chief Executive Officer dan jajaran direksi bakal dikenakan sebesar 30%. Sementara karyawan biasa lainnya akan dipotong 10%-20%.

Selain itu, Harley juga berencana tidak memberikan bonus di tahun ini, serta tidak menerima karyawan baru. Kendati demikian, pemotongan gaji akan kembali dievaluasi perusahaan pada akhir kuartal II 2020.
Sumber: okezone