Kemacetan Parah Dorong Warga Manila Beralih ke Sepeda Motor

Motorgue, 24 Jun 2020
  •  Kemacetan Parah Dorong Warga Manila Beralih ke Sepeda Motor
    Kemacetan Parah Dorong Warga Manila Beralih ke Sepeda Motor
Kemacetan Parah Dorong Warga Manila Beralih ke Sepeda Motor

MANILA - Macet masih menjadi masalah di kota-kota besar di dunia. Bukan hanya di Jakarta, kemacetan kerap terjadi di Manila. Menurut data indeks Lalu Lintas TomTom pada 2019, Manila berada di posisi kedua dari 416 kota, sekaligus yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Tingkat kemacetan di Manila menurut TomTom, membuat penduduk kota tersebut menghabiskan waktu 71 persen lebih lama dibanding waktu perjalanan ideal. Masyarakat setempat tidak memiliki banyak pilihan alat transportasi, selain kendaraan pribadi yang jumlahnya terus bertambah.



Uniknya untuk lepas dari kondisi tersebut, warga Manila lebih memilih untuk mengalihkan preferensi kendaraan dari mobil menuju sepeda motor. Tren tersebut muncul juga didorong popularitas layanan transportasi daring berbasis sepeda motor, mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Peralihan penggunaan kendaraan dari roda empat menuju roda dua, rupanya terdeteksi atas lonjakan pencarian informasi mengenai pembelian kendaraan secara daring. Seperti dilansir dari laman GMA, terjadi peningkatan signifikan dalam pencarian produk sepeda motor oleh warga Filipina di dunia maya.

Data tersebut dikeluarkan oleh lembaga penilai laman asal Singapura, Caroussel. Sejumlah merek motor yang muncul dalam pencarian masyarakat Filipina, berada dalam daftar kata kunci teratas seperti Yamaha, Ducati, Vespa, Honda, hingga Harley-Davidson.


Adanya permintaan terhadap unit sepeda motor tersebut, diharapkan mendorong perkembangan pasar kendaraan tersebut di Filipina. Pilihan model sepeda motor di Filipina, seperti dilansir dari laman Rideapart, ditawarkan dengan rentang harga berkisar Rp13,8 juta sampai Rp685 juta.
 
Sumber: okezone