Tiga Model Royal Enfield Kena Recall, Ini Penyebabnya

Motorgue, 30 May 2020
  • motor Royal Enfield
    Tiga Model Royal Enfield Kena Recall, Ini Penyebabnya
Royal Enfield umumkan penarikan kembali sepeda motornya yang beredar di pasaran. Recall ini dilakukan setelah pabrikan menemukan adanya korosi pada kaliper. Terjadi lantaran adanya kandungan garam berlebih di sektor penghenti laju. Yang artinya, terjadi proses oksidasi antara garam dengan udara maupun air. Alhasil timbul karat. Lantas dapat merusak bagian piston, sehingga menimbulkan suara yang tidak biasa. Pada akhirnya berkaitan dengan kinerja pengereman itu sendiri yang jadi tidak pakem. Untuk model Interceptor 650, Continental GT 650 dan Himalayan. Disebutkan, ada potensi kerusakan pada perangkat rem.

Seperti dikatakan dalam siaran pers, temuan ini masih dalam jumlah sedikit. Tidak disebutkan di mana mereka mendapati kasus. Hanya saja Royal Enfield menerapkan langkah proaktif melalui pemanggilan unit-unit itu.
Saat ini, mereka akan me-recall unit Interceptor, Continental dan Himalayan  di Inggris, Korea dan seluruh negara Eropa. Setidaknya terhadap 15.200 unit yang sudah terjual di sana. Jaringan penjualan RE bakal lebih dulu melakukan inspeksi. Kemudian dilanjutkan dengan pembersihan hingga penggantian suku cadang, bila memang diperlukan. Sementara untuk unit motor yang belum terjual, Royal Enfield bakal menggantinya dengan perangkat baru. Setidaknya sebelum akhir tahun.

Tak ada keterangan lanjutan, apakah recall bakal berlaku di negara lain. Sebagai contoh Amerika Serikat dan Kanada yang juga menjadi lokasi penyebaran ketiga motor itu. Menurut laporan Motorcycles.com, pihak RE di kawasan Amerika Utara belum menemukan adanya kasus ini. Namun, pihaknya akan tetap memantau kondisi di lapangan agar bisa segera menginformasikan ke jaringan diler terkait.

Bagaimana dengan motor-motor Royal Enfield di Indonesia? Sampai saat ini tak ada pengumuman resmi menyoal kebijakan di Inggris, Korea dan Eropa. Sama seperti di negara lain, ketiga motor buatan India juga dipasarkan di Tanah Air.

Royal Enfield Himalayan datang paling dulu. Dengan bentuk yang dimiliki, motor ini cocok menjadi teman bertualang. Usungan konsep dual purpose-nya ditunjang peredam kejut teleskopik di depan. Tidak kepalang spesial, namun punya travel panjang (200 mm). Dan layaknya penggaruk tanah, suspensi belakang Himalayan juga ditopang suspensi tunggal. Lantas ditunjang padu padan roda 90/90- R 21 dan 120/90-R19 (depan-belakang). Sementara soal performa, ia mengandalkan mesin satu silinder 411 cc dengan pengabutan bahan bakar injeksi. Daya yang dikeluarkan tak cukup istimewa yaitu 24,5 Hp/6.000 rpm. Tapi momen puntirnya justru membeludak, 32 Nm di 4.250 rpm. Dijual dengan harga Rp 114,3 juta.
Bertepatan dengan penyelenggaraan IIMS 2019, RE merilis Interceptor 650 dan Continental GT 650. Unsur klasik dari keduanya begitu kental lewat penyajian lampu bulat maupun penggunaan pelek jeruji. Secara keseluruhan, model seperti ini tengah diminati banyak motoris. Namun, bagian terpenting ialah mesin. Mereka Kembali melahirkan mesin dua silinder, setelah berhenti setengah abad lebih. Tak perlu khawatir mendapati getaran berlebih seperti unit satu silinder.

Sama-sama memiliki kubikasi 650 cc dengan konstruksi SOHC paralel twin-cooled berpendingin udara. Walhasil serupa pula keluaran tenaga maupun torsinya, 47 Hp/7.250 rpm dan 52 Nm/5.200 rpm. Namun, Royal Enfield Interceptor 650 dijual lebih murah, mulai Rp 205,7- Rp 210,4 juta. Sementara Royal Enfield Continental GT dengan tampilan ala buntut tawonnya, dipasarkan dari Rp 216,9 juta sampai dengan Rp 221 juta.
Sumber: oto