Cruiser Ekonomis Asal Tiongkok Motor Benelli Patagonian Eagle

Motorgue, 10 Jul 2020
  • Benelli Patagonian Eagle
    Cruiser Ekonomis Asal Tiongkok Motor Benelli Patagonian Eagle
Pabrik Tiongkok mampu menggarap pembuatan Benelli Patagonian Eagle.Cruiser Ekonomis nama lain dari Patagonian.Bak H-D motor ini di desain semenawan mungkin dan senyaman mungkin untuk si pengendara.Terbentuk dalam wujud sport maupun naked bike yang berbasis 250cc.Banyak peminat motor ini karena bentuk dari motor ini sangatlah modis mengikuti jaman.        


Sedikit informasi mengenai motor ini,Patagonian memodifikasikan sebagai motor Harley kolot ataupun Lawas.Pada umumnya Harley menggunakan lampu dioda akan tetapi Harley seri Patagonian ini menggunakan lampu bohlam untuk penerangan sebagai daya tarik konsumen.Tidak menghilangkan unsur modern karena Patagonian masih mengikuti tren masa kini yang bisa kita lihat pada bagian jok yang unik dan stang yang menjulur ke atas.Tidak sampai di sini informasi lainnya motor ini memiliki tengki yang menampung bahan bakar hingga 14 liter sangat aman untuk pengendara jarak jauh.Pada jaman sekarang sering kita lihat touring motor jarak jauh pengguna hanya menggendari Harley.Walaupun harganya melambung tinggi tapi pencinta Harley sangatlah banyak.Patagonian memiliki spidometer yang berfungsi untuk petunjuk konvensional dengan odometer yang berganti secara manual.


Posisi berkendara Patagonian Eagle bisa membius lantaran nyaman tadi. Ketinggian jok yang cuma 780 mm, jelas memberikan kemudahan buat pengendara. Untuk bagian pijakan kaki mendukung posisi rileks, plus bobot 145 kg. Bukan cuma buat pengendara, Benelli juga mewadahi kenyamanan bagi penumpang. Belum lagi jika dibarengi merasakan performa mesin SOHC miliknya. Jantung mekanik berkubikasi 250 cc milik Patagonian Eagle sanggup melontarkan daya 17,4 Hp/8.000 rpm dan torsi puncak 16,5 Nm di 6.000 rpm. Kemampuan tersebut disalurkan melalui transmisi 5-percepatan.

Sisi menariknya, ia disemati knalpot ganda. Keluaran suara dari saluran pembuangannya menderu layaknya motor 4-silinder. Hanya saja pasokan bahan bakar yang dipakainya masih karburator. Namun, sudah dilengkapi dengan sistem pendingin cair. Jangankan membandingkannya dengan H-D Fatboy 114 yang dipatok ratusan juta. Banderol Patagonian Eagle juga jauh lebih murah dari motor sport 250 cc dua silinder seperti Yamaha R25 maupun Honda CBR250RR. Tapi dengan terjangkau tadi, ada juga konsekuensi yang mesti diterima pembeli.

Patagonian hanya dibekali cakram tunggal di depan, disertai penahan laju roda belakang berupa tromol. Mengenai perawatan mestinya tak kepalang merepotkan. Meski pemilik motor ini tak punya banyak opsi untuk substitusi ban. Pabrikan menerapkan kombinasi ban belang tak umum, yaitu 90/90-18 dan 130/90-15 (depan-belakang). Kendati begitu, rasanya tak akan sulit mendapatkan ukuran serupa lewat jaringan penjualan Benelli di Indonesia. Atau mencari item lain semisal aksesori jok, knalpot hingga setang melalui forum di media sosial berbasis Benelli.
Sumber: oto