Harley-Davidson Klasik Tahun 1926 Milik Suami Soimah

Motorgue, 25 Jun 2020
  • Motor klasik Harley Davidson milik Koko
    Harley-Davidson Klasik Tahun 1926 Milik Suami Soimah
Suami Soimah yakni Herwan Prandoko yang kerap disapa Koko memiliki beberapa kendaraan jadul dari berbagai merek.

Herwan Prandoko atau Koko juga memang dikenal sebagai penyuka otomotif dan baru-baru ini  Dodit Mulyanto menerima kunjungan ke kediaman suami istri tersebut. 

Dirinya berniat untuk mereview motor-motor yang jadi koleksi Koko. 

Koko kemudian menampilkan salah satu koleksi kesayangannya, yaitu Harley-Davidson klasik berwarna coklat. Ini merupakan kendaraan yang ada sebelum Perang Dunia kedua pecah.

Ini Harley-Davison seri J, JD 1926.
Kemudian Koko jelaskan mesin dari Harley klasik tersebut. Karena berumur tua dan dapur pacu tak ada penutupnya, maka ketika hujan harus berteduh. Jika tak demikian, motor berwarna coklat itu akan mogok.

Bukan hanya soal mesin, jok motor pun jadi alasan lainnya kenapa ketika berkendara pakai Harley ini harus berteduh saat terjadi hujan. Jok terbuat dari kulit asli, Koko harus hati-hati dalam penggunaan dan perawatannya.
Namanya juga motor klasik, jelas dalam pengoperasiannya orang biasa akan kesulitan. Seperti pada Harley-Davidson ini, pasalnya masih pakai perseneling tongkat yang terletak di tangki bensin.

Bukan hanya itu saja, Harley ini juga memiliki kopling yang ada di kaki. Jauh dari kesan modern seperti pada motor era sekarang.
Lalu suami dari Soimah itu jelaskan cara mengendarai moge klasik tersebut. Ada sistem yang bernama nafur atau pengapian. Jadi ketika mau jalan harus pakai dua tangan sekaligus. Antara gas dan nafur tadi harus beriringan.

Ketika ada lampu merah, stationer harus dinol-kan. Jika masih dalam keadaan tinggi, terkadang tak bisa direm dan itu tentu cukup membahayakan.
Kesulitannya pun masih berlanjut. Motor klasik ini ketika sudah berjalan sejauh 30 km akan keluar asap karena belum ada pompa oli untuk mengatur pelumasan di mesin.

Nah solusinya, oli pada Harley Davidson ini harus dibuang dulu. Setelah itu asap tak lagi keluar, namun harus diisi oli lagi ketika motor sudah mulai akan mogok. 
Suami Soimah, Koko lalu praktekkan cara hidupkan motor ini. Pertama harus dichoke dulu, kemudian kick starter diselah sebanyak 3 kali. Setelah itu choke dikembalikan lagi seperti semula. Barulah motor tersebut bisa dihidupkan dengan cara diselah. 

Sumber: otosia