Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki, Siapa yang Paling Tua?

Motorgue, 07 May 2020
  • Kawasaki W800
    Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki, Siapa yang Paling Tua?
Saat ini setidaknya ada 4 pabrikan yang menguasai pasar otomotif global, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Keempat produsen asal Jepang yang kerap disebut Big Four itu saling bersaing di beragam segmen, mulai skutik, naked-bike, dual-purpose, hingga superbike.

Persaingan ini sebenarnya sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Lantas, dari Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki, siapa yang lebih dulu menghadirkan sepeda motor?

Kawasaki (1962)

Kawasaki sebenarnya merupakan yang tertua di antara 4 raksasa tersebut. Pabrikan ini merupakan anak dari Kawasaki Heavy Industries yang kala itu merupakan perusahaan pembuat kapal terbesar di Jepang dan didirikan oleh Shozo Kawasaki pada 1878.

Pasca Perang Dunia II, Kawasaki membuat motor 2-tak 60 cc dan 150 cc, serta 4-tak 250 cc dengan mengadopsi teknologi BMW. Barulah pada 1954, mereka memproduksi motor secara utuh di Meihatsu, Jepang, tapi sebuah skuter yang kalah saing dengan 2 rivalnya, yakni Fuji Rabbit dan Mitsubishi Silver Pigeon.
Akhirnya, tahun 1962, Kawasaki merilis motor pertamanya, yaitu Kawasaki Meguro B8 125 cc. "Meguro" sebenarnya adalah salah satu pabrikan motor di Jepang kala itu dan terbilang sukses lantaran sempat digunakan sebagai kendaraan militer.

Melihat kondisi pasar yang baik, Kawasaki akhirnya membeli Meguro secara penuh di akhir 1964. Tak lama, lahirlah Kawasaki Meguro 250 SG. Berselang setahun, meluncur juga Kawasaki Meguro 500 yang usianya cenderung pendek, diproduksi pada 1965-1966.

Yamaha (1955)

Yamaha memiliki sejarah yang berbeda jauh dengan Kawasaki. Perusahaan yang didirikan oleh Torakusu Yamaha pada 1887 itu justru awalnya terlahir sebagai perusahaan piano organ dan terus berkembang hingga saat ini.

Di tengah perjalanannya, berdirilah Yamaha Motor Corp yang terpisah dengan Yamaha Corp Nippon Gakki, namun berada di bawah naungan Yamaha Corporation. Sebenarnya, pabrikan berlogo garpu tala ini cukup lama dalam mengembangkan motornya.
Yamaha memperkenalkan motor pertamanya pada tahun 1955, yaitu Yamaha YA-1. Naked-bike ini sebenarnya terinspirasi dari salah satu produk DKW, pabrikan Jerman yang terkenal kala itu, yakni DKW RT125.

Meski baru dirilis, Yamaha YA-1 langsung digeber dalam ajang balap Mt. Fuji Ascent Race dan Asama Highlands Race. Menariknya, naked-bike ini berhasil tenar akibat meraih juara di kedua ajang tersebut dan mendapat julukan "Atakumbo" atau capung merah.

Suzuki (1952)

Pertama kali didirikan tahun 1909 oleh Michio Suzuki, pabrikan ini terlahir sebagai perusahaan tenun dengan nama Suzuki Loom Works di Hamamatsu, Jepang. Langkah awal mereka masuk ke dunia otomotif terbilang cukup unik.

Shinzo Suzuki, anak Michio Suzuki memiliki ide untuk menempelkan mesin ke sepeda dan mengubahnya menjadi sepeda motor. Akhirnya, terciptalah mesin pertamanya di tahun 1952 bernama Power Free, Diamond Free pada 1953 dan disusul Mini Free setahun setelahnya.
Sepeda motor pertama Suzuki yang bernama Suzuki Colleda CO, justru baru meluncur pada 1954. Naked bike ini berbekal mesin 4-tak 1-silinder 90 cc. Hanya saja, usianya tak terlalu panjang lantaran tahun 1955 meluncur Suzuki Colleda 1955 bermesin 125 cc.

Munculnya Suzuki Colleda 125 tak terlepas dari aturan lalu lintas di Jepang. Pada 1955, pemerintah mewajibkan SIM untuk mengendarai motor 90 cc, padahal sebelumnya tidak. Hal inilah yang membuat naked-bike tersebut lahir serta turunnya penjualan Suzuki Colleda CO.

Honda (1949)

Bisa dibilang Honda adalah pabrikan termuda di antara Big Four karena baru diririkan pada tahun 1948 oleh Soichiro Honda. Sebenarnya, pabrikan ini telah berdiri di Mikawa sejak 1937, namun membuat cincin piston untuk mesin-mesin Toyota.

Secara resmi, Honda Motor Company berdiri tahun 1948 dan langsung fokus ke dunia otomotif. Seperti Suzuki, Soichiro awalnya menempelkan mesin motor 2-tak yang ia ciptakan dari sisa-sisa perang ke sepeda.
Setahun setelah berdiri, Honda pun merilis motor pertamanya yaitu Honda D-Type. Huruf "D" tersebut mewakili kata "Dream" atau "Mimpi" yang berarti keinginan Soichiro Honda untuk membawa perusahaannya menjadi salah satu pabrikan terbaik dan terbesar di dunia.

Secara spesifik, Honda D-Type mengsung mesin 1-silinder 4-tak 98 cc dengan kecepatan maksimum sekitar 80 km/jam. Berselang 10 tahun, tepatnya 11 Juni 1959, Honda untuk pertama kali mengekspor produknya ke Amerika Serikat, sekaligus membuka pabrik di sana.
Sumber: otosia