Iklan Nenek Moyang W175TR dan Sport Binter Kawasaki

Motorgue, 25 Jun 2020
  • Iklan cetak jadul Kawasaki Binter KE125 dan KH100ES
    Iklan Nenek Moyang W175TR dan Sport Binter Kawasaki
Dengan gambar terlihat buram dan kertas yang kecoklat-coklatan menjadi ciri khas masa lampau. Kini segalanya menjadi bersih dan bening serta bervariasi dalam pengiklanan

Bagi mereka yang mengalami masa-masa tersebut pasti akan merasakan nostalgia

Motor trail atau offroad adalah salah satu jenis yang tren di era 1980-an. Suspensi tinggi depan belakang merupakan salah satu faktor yang membuatnya tampil berbeda.

Ini terlihat juga pada iklan cetak motor jadul Binter, yakni tipe KE125. Manakala Kawasaki sebagai pengawas produk Binter kini juga membangun trail klasik W175TR, dulu mereka punya model satu ini dan dipasarkan di bawah PT Tunas Bekasi Motor Company.

Bisa dilihat dari gambar, suspensi depan belakang cukup tinggi sekalipun masih cocok untuk penggunaan harian, alias tidak terlalu tinggi.

Di iklan tersebut, Binter menonjolkan fitur fork depan ini dengan ukuran lebih panjang tetapi juga membuatnya lincah dah gesit.

Mereka juga menyebutkan keunggulan suspensi belakang sebagai satu-satunya sepeda motor di masa itu yang memakai box section swing arm.

Soal mesin, Binter di bawah pengawasan Kawasaki bilang melalui iklan tersebut kalau mesinnya dirancang langsung oleh Kawasaki Heavey Industries.

Dengan kapasitas 124 cc dan 6-percepatan, KE125 diposisikan sebagai kendaraan "multi-fungsi paling kuat".

Lain lagi dengan promosi motor sportnya yang masih berlabel Kawasaki, yakni KH100A. Promosi motor tersebut langsung dibuktikan dengan kemampuannya sebagai juara ajang ketahanan 4 jam dengan merebut juara 1 dan 2.

Pembuktian langsung juga ditunjukkan pada iklan jadul dengan titel "Jakarta Race Meeting 80".

Di sini, Binter Kawasaki menunjukkan para juara ajang yang berlangsung 6-7 Desember 1980 tersebut menggunakan model-model sport, yakni KH100ES, GTO 110, dan KM100ES.

Model-model ini apalagi versi orisinalnya pasti menjadi barang langka yang menjadi buruan kolektor.

Iklan-iklan cetak lawas tersebut merupakan milik Harry Boxer, kolektor sekaligus penjual brosur-brosur iklan dan buku-buku otomotif lawas. Beberapa waktu lalu Harry menjual selembar iklan cetak ini Rp 50 ribu. 
Sumber: otosia