Kawasaki Menerapkan Fitur Canggih Layaknya Mobil

Motorgue, 04 Jul 2020
  • Kawasaki Terapkan fitur canggih
    Kawasaki Menerapkan Fitur Canggih Layaknya Mobil
Tak melulu menggugah lewat performa, Kawasaki juga fokus menawarkan fitur untuk meningkatkan pengalaman berkendara. Terkhusus fitur guna memaksimalkan keselamatan konsumennya. Ditandai dengan keputusan mematenkan perangkat bernama corner sensor system ini. Secara umum, mirip kepunyaan mobil-mobil masa kini.

Memang masih berkaitan dengan sistem pengereman. Namun bukan lagi sebatas ABS, Cornering ABS atau traction control (TCS). Terapan basic itu lantas dikembangkannya menjadi sebuah kesatuan. Berpadu dengan perangkat lain seperti kamera, sensor laser beserta sistem navigasi satelit. Dengan begitu, motor dapat mendeteksi keberadaan kendaraan di depan maupun di belakang.


Pemandangan umum jika meniliknya dari kategori roda empat. Di mana sekarang ini kecepatan maupun pengereman dapat diatur otomatis oleh mobil. Tentu saja dengan mengandalkan item di atas. Pun demikian pada teknologi pintar Kawasaki. Hanya saja sistem tersebut lebih difokuskan untuk pengaplikasian di tikungan ataupun titik buta (blind spot).

Kamera dan sensor laser dipasang pada bagian depan dan belakang motor, bertugas mengukur jarak dengan kendaraan lain. Sedangkan kamera beserta sistem pengenalan gambar, ditujukan mengidentifikasi obyek di rute tersebut. Tak cuma itu mobil atau motor, sistem ini juga sepertinya mampu mendeteksi garis pembatas jalan. Penglihatan tambahan tadilah yang kemudian mengirimkan informasi ke ECU. Lantas diterjemahkan melalui pengaturan gas dan rem.

Tentu terdapat perbedaan dibanding mobil. Bersama kedua rodanya, pemotor dihadapkan dengan faktor keseimbangan. Sebagian besar pemotor pasti mengubah posisi berkendaranya di tikungan. Bayangkan bila terlampau miring dan over speed, lalu ada kendaraan selepas titik buta tadi. Jika telat mengantisipasi atau refleks melakukan pengereman keras, besar kemungkinan pengendara mengalami kecelakaan.

Hal inilah yang coba diantisipasi pula oleh Kawasaki. Sensor di atas juga berdampingan dengan sensor posisi berkendara. Ditandai dengan kebaradaan cell di area jok dan foot step. Selain 'mendikte' lewat kecepatan dan pengereman, ECU juga menentukan sudut kemiringan ideal motor. Berarti risiko insiden dapat diminimalisir.

Meski sudah diketahui mematenkannya, belum ada informasi lanjutan menyoal teknologi baru Kawasaki ini. Tak ada penjelasan kapan mereka merilisnya. Bahkan unit motor Geng Hijau mana yang bakal disusupi sistem futuristis tersebut. Walau diduga kuat akan diaplikasikannya pada lini-lini teratas seperti Kawasaki Ninja H2.

Penghuni strata teratas Ninja itu sudah berbekal supercharged. Berpadu dengan jantung mekanik DOHC 998 cc yang diklaim mampu memuntahkan daya 197 Hp/11.000 rpm dan torsi 137 Nm di putaran 8.500 rpm. Walau sudah dilengkapi mode berkendara (Sport, Road, Rain dan Rider), tampaknya cukup menarik bila ia ketambahan corner sensor system tadi. 

Sumber: oto