Membedah Spesifikasi Gesits, Motor Listrik Jokowi yang Viral Saat Lelang

Motorgue, 29 May 2020
  • Gesits, Motor Listrik Jokowi yang Viral Saat Lelang
    Membedah Spesifikasi Gesits, Motor Listrik Jokowi yang Viral Saat Lelang
Gesits, skutik buatan dalam negeri punya harga jual resmi Rp 24,95 juta. Namun saat lelang beberapa waktu lalu, harganya tembus Rp 2,5 miliar. Tentu saja motor tersebut ada keunggulannya.
Motor Listrik Rakitan Indonesia ini dasarnya sebuah alternatif menarik. Sosoknya siap menggantikan kelas 110 cc bermesin bakar. Dari segi dimensi dan komposisinya pun bahkan serupa. Namun dengan kemampuan performa ekstra, serta tak sama sekali menghembuskan emisi. Cukup meninggikan derajat produk roda dua lokal.

Baterai 5 kWh menjadi sumber tenaga, yang lantas mengisi daya generator serta menerjemahkannya ke roda belakang, lewat tarikan belt. Ya, agak berbeda dengan roda dua EV lain, Gesits meletakkan motor listrik di tengah, bukan menyatu dengan roda. Dari situ torsi puncak sebesar 30 Nm bisa muncul sejak awal momentum. Sementara dalam hitungan daya kuda, tercatat tenaga maksimal 6,7 Hp.

Torsi memang jadi titik unggul, tapi kecepatan puncak tak seimpresif mesin bensin. Klaimnya, ia bakal mentok di 70 kpj. Tapi toh segitu juga sudah cukup untuk mobilitas dalam kota.

Soal jarak tempuh, satu baterai sanggup memberi energi sejauh 50 km. Untungnya terdapat dua slot baterai di balik jok, sehingga proses pertukaran saat habis begitu mudah. Masing-masing memiliki kemampuan sama, juga memerlukan waktu empat jam sampai penuh.

Menariknya lagi, Gesits sudah pakai ride-by-wire. Yang tentu memungkinkan motor diset dalam beberapa mode berkendara. Mulai dari Eco, Urban, serta Sport. Tak perlu repot lagi mengatur putaran throttle, demi mengirit konsumsi daya. Komputasi elektronik bakal menerjemahkan tenaga sesuai mode yang dipilih.

Rancang bangunnya sendiri tak berbeda jauh dengan skutik umum. Ditopang struktur tulang belakang, serta didukung fork teleskopik pada bagian depan. Namun peredam belakang memang agak unik. Titik suspensi tunggal justru dipasang di tengah, seperti motor sport. Berikut bisa diatur tingkatan preload-nya. Beda sekali dengan spesies sejenis, yang kerap memasang shock tunggal di salah satu sisi belakang saja, tanpa pengaturan.

Urusan dimensi tak beda jauh dengan skutik 150 cc. Panjangnya 1.947 mm, lebar 674 mm dan tinggi 1.135 mm. Sementara sumbu roda berjarak 1,290 mm. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Besarannya tidak terlampau besar maupun kecil. Relevan untuk keseharian. Berat kosong pun cuma 94,8 kg, ringan.

Rangkaian spesifikasi tadi mungkin belum cukup memikat bagi sebagian kalangan. Memang wajar jika ada yang masih sangsi saat tidak melihatnya langsung. Apalagi dengan teknologi yang belum jamak dirasakan masyarakat Tanah Air. Namun sebetulnya, skutik hasil kerjasama banyak BUMN, Universitas, serta perusahaan swasta itu, rasanya sudah pantas disebut layak. Paling tidak bentuknya proporsional, dan kualitas buatan sudah rapi.

Kami tak begitu heran, saat Anda menyatakan sosoknya mirip satu skutik laris dari Jepang. Tapi perlu diakui juga, ia memiliki identitas. Semisal desain fasad, benar-benar modern, dengan tekukan tajam dan detail alur yang mereka buat sendiri. Lampu split LED-nya juga menerjemahkan cahaya dari proyektor, bukan reflektor biasa. Dipermanis DRL dan sein yang jadi satu kesatuan di atas headlight tadi.

Tampak samping juga tak ada kurangnya. Apik seperti produk skutik Jepang di pasaran. Lucunya, terdapat kisi-kisi angin di singgungan cover dek hitam dan panel warna bodi. Yang ternyata berguna untuk mendinginkan controller di balik jok.

Lantas di belakang, kami kira menjadi punch line dari desain Gesits. Penempatan stoplamp tak lumrah. Dua mika terpisah mengalir hingga ke panel samping. Berani tapi sekaligus harmonis dengan bentuk bodi. Tampak atraktif sekaligus futuristis. Senada dengan jargon niremisi yang mereka jual.

Kelengkapan fitur pun tak kalah modern. Semua informasi dan indikator dirangkum dalam layar digital berwarna. Kecepatan, odometer, suhu ruang kontrol elektrik, petunjuk baterai dan waktu, terpampang di situ. Ditambah lagi data soal jarak tempuh dari sisa daya, serta konektivitas gawai. Sinkronisasi ini memerlukan aplikasi lagi, yang nantinya bisa menampilkan navigasi. Canggih.
Sumber: oto