Royal Enfield Menyiapkan Scrambler Berbasis Twins

Motorgue, 10 Jul 2020
  • Scrambler Berbasis The Twins
    Royal Enfield Menyiapkan Scrambler Berbasis Twins
Interceptor dan contiental GT sudah menyelamatkan penindustrian motor,karena meraka sudah membuat  penindutrian motor semakin ramai sehingga negara Jepang dan Eropa berlomba-lomba untuk menciptakan motor berbasis kuat dengan cc 1500 semua di lakukan untuk memuaskan hastrat konsumen.Royal Enfied akan mencipatakan Twin dengan scarmbler yang akan di liris tahun 2021.Harga pun di sesuaikan kantong semua kalangan.Keunggulan produk ini di desain dengan ukuran yang pas tidak kebesaran maupun ke kecilan.Asumsi tahun lalu The Twin sangat melambungbung tinggi di sinyalir sdah 20.000 unit masuk di garasi konsumen.

Royal Enfied merancang Twins sangat kuat untuk mendorong pemakan tanah.Bisa kita lihat Twin ini di lengkapi Jantung pacu parallel. Berkubikasi bersih 648 cc SOHC, dengan sistem suplai bensin injeksi. Alhasil tenaga 46,3 Hp bisa diekstraksi mulai 7.250 rpm. Sementara torsi puncak mencatat angka 52 Nm, pada 5.250 rpm.

Tampilan visualnya begitu nyata. Rangka dan mesin dibiarkan persis, aksesori pendukungnya saja yang diubah. Dan menghasilkan sosok karismatik, jika benar akhirnya seperti itu. Pertama, seluruh permukaan blok mesin dilabur hitam, menguatkan nuansa maskulin. Lantas rangka double cradle-nya sendiri tak dirubah. Tapi kentara pada fork, karena digambarkan memakai upside-down – juga dilapis hitam. Bagian ini pastinya memiliki travel jauh lebih panjang dari standar, supaya tinggi bertambah. Shock belakang tak luput dari revisi. Meski sama-sama ditopang dua suspensi dengan subtank, jaraknya tentu memanjang. Sekilas diameter tabungnya juga lebih besar. Tentu dibedakan juga lewat roda berukuran belang serta pelek jari-jari. Balutan ban semi pacul. Pada gambar, merk ban yang dipakai terlihat seperti Shinko Big Block – dan rasanya bakal jadi ramuan pas untuk sosok ini.

Untuk area bodi, Scrambler fantasi Bezzi mengenakan tangki berbeda.  Jika pada seri Interceptor cenderung membulat, sementara Continental GT sangat mengotak, ini berada di pertengahan. Bagian sisinya diakhiri dengan sudut, secara bersamaan di tengah tangki justru mengkurva. Tutup box filter juga ketambahan aksesori plat bertema balap. Tak cuma segitiga saja bentuknya. Terdapat bulatan oversized, seakan-akan untuk ditulis nomor urutan lomba. Detail yang menarik. Sementara di sisi kanan, bagian itu mestinya sedikit terhalang, karena header menyilang ke atas dan muffler diposisikan tinggi, menyesuaikan identitas.

Seperti Scrambler lawas lainnya , jok dibuat pendek dan bahkan habis di titik sumbu roda. Buntutnya sengaja dipotong agak naik, karena tepat di bawahnya terpasang spakbor aluminium tinggi. Behel dan lampu belakang pun bahkan masih memiliki jarak.  Spakbor depan juga terlihat seperti itu. Terletak jauh dari roda, supaya saat menerjang lumpur padat tak nyangkut di sela-sela. Lantas soal desain lampu, hingga panel instrumen, kemungkinan tak ikut diubah. Mengadopsi model kluster analog, menunjukkan data fundamental dan sederhana, khas Royal Enfield.
Sumber: oto