Resmi Dipasarkan di Vietnam, Vespa Sei Giorni II Kini Bermesin HPE

Motorgue, 27 Jun 2020
  • Vespa Sei Giorni II
    Resmi Dipasarkan di Vietnam, Vespa Sei Giorni II Kini Bermesin HPE
Vespa Sei Giorni II Kini Bermesin HPE. Mesin ini memilik mesin yang sangat canggih. Bermesin HPE (High Performance Engine) merupakan mesin yang dengan tenaga dan torsi lebih besar dari mesin Quasar pada GTS 300 sebelumnya.

Meski mesin HPE berbasis mesin Quasar, tapi semua komponennya baru.

Titel Sei Giorni berartikan six days dalam bahasa Italia. Ia menjadi bentuk penghargaan (Tribute) terhadap balap ketahanan selama enam hari di Varese, Italia, 69 tahun silam. Kala itu Vespa berhasil memenangkan sembilan gelar juara. Di saat bentuknya masih serba membulat, serta mengenakan lampu bundar khas di atas fender.

Karena itulah GTV 300 dijadikan basis Vespa Sei Giorni II. Spesies yang sebetulnya sudah berhenti diedarkan. Komposisinya memang sengaja dibuat serupa generasi awal Vespa, namun dibalut interpretasi modern. Tampak dari headlight yang juga diletakkan pada fender, serta belakang kokpit terekspos. Tak tertera batok atau cover sama sekali, bagian ini diganti dengan windshield kecil.

Peningkatan paling kentara edisi kedua justru bukan di area bodi, melainkan dapur pacu. Titelnya yang mengagungkan histori balap diterjemahkan Piaggio dengan mencangkok mesin HPE. Jenis ini sama persis dengan milik GTS Super Tech 300. 

Jelas kemampuannya meningkat drastis. Tercatat output 23,4 Hp/8.250 rpm serta torsi puncak 26 Nm/5.250 rpm dari mesin 278,3 cc. Bukan karena naik kubikasi saja, jenis ECU berubah menggunakan Magneti Marelli generasi teranyar. Tekanan injektor, coakan kepala silinder, sampai payung klep pun berbeda dengan mesin sebelumnya.

Kalau bodi hanya berganti tema. Sebelumnya Sei Giorni dikemas hijau, kini dilabur matte grey, sehingga tampilannya lebih elegan dan sporty. Lengkap dengan angka enam, mengilustrasikan nomor urutan balap di masa lalu. Sadel tunggal juga menjadi ciri khas. Meski bentuknya kurang lebih sama, namun diberi alur dan motif jahitan berbeda.

Pencahayaan LED di depan dan belakang turut menjadi unsur baru. Sayangnya hanya itu teknologi modern yang diwariskan. Edisi terbatas ini justru tak punya layar digital dengan konektivitas Bluetooth, apalagi penunjuk peta. Tampaknya Vespa memilih gaya lama, dengan memasang panel meter analog bernuansa lawas.
Sumber: oto