5 Langkah Wajib Diperhatikan Ketika Mengganti Ban Motor

Motorgue, 28 May 2020
  • Berbagai tipe dan ukuran ban motor
    5 Langkah Wajib Diperhatikan Ketika Mengganti Ban Motor
Mengganti ban sepeda motor ada 5 hal yang harus diperhatikan. Tidak hanya ukuran dan pelek, medan jalan yang sering dilalui juga harus dipikirkan. Ban memiliki fungsi yang sangat vital bagi sepeda motor karena berhubungan dengan faktor keselamatan berkendara. Apalagi ban merupakan komponen penting yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Selain itu ban juga dapat mempercantik tampilan sepeda motor. Tidak jarang banyak pemilik motor yang mengganti ban bawaan pabrik dengan merek lain. Hal ini biasa dilakukan oleh mereka yang menyukai modifikasi.

Tapi dalam memodifikasi atau menganti ban, Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Dept Head PT Suryaraya Rubberindo Industries, selaku produsen ban FDR, mewanti-wanti agar tidak salah memilih ban demi mengejar tampilan motor. Sebelum mengganti ban ada beberapa hal perlu ketahui. Jimmy Handoyo sedikitnya menyebut 5 hal yang harus diperhatikan saat modifikasi ban motor. Berikut 5 langkah yang dianjurkan:

1. Saat mengganti ukuran ban dengan ukuran lebih besar, disarankan hanya naik maksimal 2 ukuran dari ukuran ban bawaan. Misalnya, pakai ukuran 80/90-14 maka bisa ganti ban jadi ukuran 90/90-14 atau 90/80-14, dan bisa juga 100/90-14 atau 100/80-14.
"Kurang disarankan pakai ban yang lebih kecil dari ban bawaan pabrik karena akan mempengaruhi handling motor sehingga kurang aman untuk dikendarai sehari-hari. Ban yang lebih kecil juga punya beban maksimum yang lebih rendah dengan ban awal sehingga harus diperhatikan lagi barang bawaannya karena sudah tidak bisa sebanyak dulu lagi," paparnya.

2. Mengganti ukuran ban lebih besar biasanya diiikuti dengan penggantian pelek. Menurut Jimmy, tidak perlu mengganti ukuran pelek atau melakukan perubahan lainnya pada motor seperti memodifikasi lebar lengan ayun (swing arm). Namun, ada baiknya cek ulang lagi seperti pada lebar pelek yang digunakan. "Pemakaian ban yang tidak sesuai dengan lebar peleknya dapat menyebabkan profil ban jadi kuncup atau kotak," jelasnya.

3. Jika mengganti dari ban tube type ke ban tubeless perhatikan pelek yang digunakan. Tidak semua pelek palang atau racing wheel itu memiliki spesifikasi tubeless. Cara mudah untuk mengenali pelek tubeless adalah dengan mencari tulisan tubeless di pelek tersebut. Tidak hanya itu saja, jika dilihat dari bentuknya sudah ada perbedaan antar kedua pelek tersebut. Pada bibir pelek tubeless ada tonjolan yang berfungsi untuk mengunci ban pada peleknya agar ban tidak terlepas saat motor melaju dalam kecepatan tinggi atau saat membawa beban berat.
"Mengendarai motor dengan ban tubeless dalam keadaan kurang angin berisiko ban terlepas dari peleknya jika tidak menggunakan pelek tubeless. Jika ban posisi ban bergeser tekanan angin ban tubeless bisa hilang tiba-tiba dan sangat membahayakan pengendara motor," katanya mengingatkan.

4. Apabila ingin memodifikasi agar dapat performa lebih pada ban, bikers bisa memilih ban dengan intermediate compound yang bisa memberikan daya cengkeram yang lebih mengigit. Untuk pengguna motor sport bisa coba ganti pakai ban radial yang punya konstruksi kokoh namun beratnya lebih ringan dibanding ban bias atau ban harian pada umumnya.

5. Yang terakhir tidak kalah penting, yakni memperhatikan medan jalan yang sering dilalui. Misalnya, meski suka dengan dengan model kembangan block atau 'tahu' seperti pada motor trail, tidak disarankan menggunakan ban tersebut jika hanya akan berkendara di jalan aspal. Sebaiknya pilih ban on/off road alias ban yang cocok di jalan aspal, jalan berbatu dan tanah kering. "Contohnya, ban yang punya kembangan monoblock asimetris yang berfungsi untuk menggaruk tanah tapi juga ada sipe, yakni garis kembangan di tengah blok yang membantu pengereman di jalan aspal," tutupnya.

Sumber: otosia