Waspada, Spidometer Bisa Terbakar Akibat Sinar Matahari

Motorgue, 30 May 2020
  • Ilustrasi spidometer pada motor
    Waspada, Spidometer Bisa Terbakar Akibat Sinar Matahari
Seringkali kita mendengar,jangan memarkirkan sepeda motor di bawah sinar matahari langsung. Apalagi dalam waktu lama karena dapat merusak kualitas cat dari motor itu. Nyatanya bukan kerugian saja yang bakal Anda alami. Terpaparnya area panel meter juga bisa menimbulkan kerusakan.

Spidometer bisa terbakar akibat sering terjadi lantaran area penampang informasi itu terpapar sinar matahari. Kejadian tersebut mungkin tidak akan berdampak jika motor dijemur dalam waktu singkat. Sebaliknya, risiko sunburn tadi tinggi jika berlangsung dalam waktu lama dan terus menerus. Belum lagi kalau panel motor Anda tak memiliki cover atau posisinya yang nyaris vertikal.
Sunburn speedometer atau kondisi terbakarnya spidometer motor.

Indikasinya terlihat ketika angka-angka pada spidometer atau panel meter menghilang. Menurut mereka, penyebabnya karena adanya salah satu filter pada lapisan LCD atau polarizer yang terbakar. Maka dari itulah perangkat itu tak bisa menampilkannya secara menyeluruh. Jika sudah demikian, satu-satunya cara ialah menggantinya dengan yang baru.
Kendati begitu, jangan gegabah untuk melakukannya secara mandiri. Karena ada kemungkinan sistem filter polarizer-nya tidak seperti bawaan pabrik. Untuk itu konsumen disarankan untuk membawanya ke diler resmi terpercaya. Untuk proses pemasangan item ini cukup merepotkan. Paling penting harga dari polarizer tersebut berkisar Rp 1 jutaan. Lumayan mahal bukan? Jika tak ingin mengalami kejadian demikian, ada baiknya untuk mencegah. Caranya pun mudah, tinggal parkirkan motor di tempat beratap. Atau menggunakan cover pelindung yang menyerap panas, supaya terhindar dari sunburn speedometer ini. Cara ini dapat Anda pakai jika terpaksa memarkirnya di atap terbuka.


Jaga Tekanan Angin Ban

Apabila motor lama tak dipakai, jangan lupa juga untuk menjaga tekanan angin ban. Sebaiknya isi dengan nitrogen karena memiliki molekul lebih besar ketimbang angin biasa. Dengan begitu proses keluarnya udara melalui pori-pori ban menjadi sedikit terhambat. Kemudian, parkir motor menggunakan standar tengah. Ditujukan supaya ban tidak bersentuhan langsung dengan lantai. Sebab ini yang menyebabkan pori-pori ban menjadi terbuka.

Bagaimana jika memarkirnya dengan standar samping saja? Pada posisi ini, justru ban mendapatkan tekanan lebih berat. Yang berarti mempercepat penyusutan angin di dalam ban itu sendiri. Terlebih saat malam hari dengan suhu yang dingin, udara pada ban bakal ikut menyusut dan akhirnya kempis.
Sumber: oto