Kini Smartphone Sendiri Dapat Panggilkan Ambulans Saat Alami Kecelakaan Motor

Motorgue, 25 Jun 2020
  • Kecelakaan Motor
    Kini Smartphone Sendiri Dapat Panggilkan Ambulans Saat Alami Kecelakaan Motor
Kecelakaan sering kali terjadi karena kelalaian dari pengendara motor ataupun dapat terjadi karena memang bukan ketersengajaan. Pastinya tidak ada pengendara motor yang berharap mengalami kecelakaan. Maka bagi pengendara motor harus lebih berhati-hati.

Memang benar kecelakaan bisa dialami siapa saja dan di mana saja. Pasalnya risiko meninggal akibat kecelakaan sepeda motor 20 kali lebih tinggi dari pengemudi mobil.

Bisa dipahami risiko tersebut, karena sistem keselamatan mobil lebih lengkap ketimbang sepeda motor. Sudah pasti terlihat soal kontruksinya. Pengemudi dan penumpang mobil terlindung dalam 'cangkang', belum lagi ada sistem keselamatan pasif lainnya seperti sabuk keselamatan dan airbag.

Dalam survei yang dilakukan Bosch, 80 persen pengguna jalan di Jerman mendukung agar sepeda motor punya sistem bantuan lebih banyak dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan. Dari sinilah, perusahaan teknologi Jerman tersebut mengembangkan Help Connect.

Teknologi ini sangat bermanfaat untuk pengendara motor, terlebih yang suka solo touring. Ketika tidak terlihat pertolongan di sekitar, teknologi ini akan membantu menghubungkan pengendara motor dengan layanan darurat keselamatan.

Kemajuan Tknologi Informasi
Help Connect yang dikembangkan Bosch membantu memanggil bantuan darurat untuk kecelakaan sepeda motor.

Memanfaatkan perkembangan kemajuan teknologi informasi, peristiwa kecelakaan akan segera terkoneksi dengan petugas emergency.

Ada empat komponen utama dalam sistem ini. Pertama adalah sensor stabilitas yang ada di sepeda motor. Kedua smartphone dan jaringan telekomunikasi. Ketiga Bosch service center dan terakhir layanan darurat rumah sakit.

Alat deteksi kecelakaan bukanlah fitur standar pada sepeda motor, seperti airbag. Ini hal baru pada sepeda motor.  Saat kecelakaan, pengendara dan motor terpisah.

Kami mengembangkan sistem yang bekerja berdasarkan sensor dan sinyal yang dikelola dalam smartphone. Sensor di motor mendeteksi kecelakaan dan mengirimnya lewat wifi ke smartphone. Dari smartphone tersedia data pengendara dan lokasi kecelakaan. Secara otomatis, smartphone akan menghubungi service center yang kemudian melanjutkan informasi ke layanan darurat keselamatan (rumah sakit).

Manfaatkan Motorcycle Stability Control

Kunci awal dari informasi ini adalah unit pengukur inersia yang melekat pada sepeda motor. Sebenarnya, sensor ataupun detektor kecelakaan itu sudah terintegrasi dalam motorcycle stability control (MSC). Alat ini dapat mengukur akselerasi dan kecepatan angular sepeda motor hingga 100 kali per detik. Jadi ketahuan kondisi sesungguhnya, apakah sepeda motor sedang dalam kondisi parkir, berjalan, terjatuh saat parkir atau memang mengalami kecelakaan.

Memanfaatkan Bluetooth ataupun wifi, informasi itu diteruskan ke smartphone pengendara motor. Dengan aplikasi khusus, selanjutnya smartphone akan terhubung secara otomatis dan memberikan data kondisi darurat kepada service centre Bosch. Layanan ini sudah berlaku negara Eropa, dengan 11 layanan bahasa. 

Sumber: liputan6