Wajib tau nih cara memilih bahan bakar yang ideal

Motorgue, 20 Jun 2020
  • Bahan Bakar Motor
    Wajib tau nih cara memilih bahan bakar yang ideal
Penggunaan bahan bakar yang tepat dapat menambah usia motor, membuat tarikan motor lebih ringan dan mesin motor lebih awet. Nyatanya, masih banyak pengguna motor baru berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis premium. 

Rasio kompresi pada mesin pembakaran merupakan nilai yang mewakili rasio volum ruang pembakaran dari kapasitas terbesar ke kapasitas terkecil. Ini spesifikasi mendasar bagi hampir semua mesin pembakaran umum.

Pada mesin piston, rasio yang dimaksud merupakan rasio antara volume silinder dan ruang bakar ketika piston berada di titik mati bawah dan volume ruang bakar saat piston berada di titik mati atas. Semakin tinggi nilai rasio kompresi akan semakin bagus karena pemampatan campuran bahan bakar dan udara yang semakin kuat akan berdampak pada munculnya tekanan dan tenaga mesin yang lebih besar tapi juga diikuti dengan suhu yang lebih tinggi.

Dalam hal ini oktan yang terkandung dalam bahan bakar minyak (BBM) punya peran penting. Semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar semakin susah terbakar. Sebaliknya jika bahan bakar beroktan rendah, maka akan meledak terlebih dahulu karena panas mesin, bukan karena percikan api dari busi.

Tim teknisi Honda menganjurkan Anda mengisi bensin yang disesuaikan dengan nilai rasio kompresi mesin motor. Semakin rendah nilai oktan maka bensin semakin lambat terbakar dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi akan berakibat bensin lebih sulit menguap atau penguapan rendah. Dari hal inilah bensin yang gagal terbakar akibat oktan terlalu rendah dapat menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Sebagai contoh, bahan bakar dengan kadar RON 88 atau premium hanya ideal dikonsumsi untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9 ke bawah. Pertalite yang memiliki RON 90 untuk kendaraan berasio kompresi 9-10. Di atas itu, untuk 10-11 cocok memakai RON 92. Sedangkan rasio kompresi 11-12 lebih pakai pakai RON 95.

Jadi, bila Anda terus menggunakan bahan bakar yang tidak ideal maka ruang pembakaran pada motor akan lebih cepat kotor. Ini akan mengganggu performa motor yang juga berakibat pada memendeknya usia motor. Anda tentu boleh menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi. - Tahukah Anda pemilihan bahan bakar motor akan berpengaruh pada keawetan mesin motor? Penggunaan bahan bakar yang tepat dapat menambah usia motor, membuat tarikan motor lebih ringan dan mesin motor lebih awet. Nyatanya, masih banyak pengguna motor baru berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis premium. 

Apa hubungan antara kompresi dengan pemilihan bahan bakar? Yang pertama, kita perlu tahu apa itu rasio kompresi. 

Rasio kompresi pada mesin pembakaran merupakan nilai yang mewakili rasio volum ruang pembakaran dari kapasitas terbesar ke kapasitas terkecil. Ini spesifikasi mendasar bagi hampir semua mesin pembakaran umum.

Pada mesin piston, rasio yang dimaksud merupakan rasio antara volume silinder dan ruang bakar ketika piston berada di titik mati bawah dan volume ruang bakar saat piston berada di titik mati atas. Semakin tinggi nilai rasio kompresi akan semakin bagus karena pemampatan campuran bahan bakar dan udara yang semakin kuat akan berdampak pada munculnya tekanan dan tenaga mesin yang lebih besar tapi juga diikuti dengan suhu yang lebih tinggi.

Dalam hal ini oktan yang terkandung dalam bahan bakar minyak (BBM) punya peran penting. Semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar semakin susah terbakar. Sebaliknya jika bahan bakar beroktan rendah, maka akan meledak terlebih dahulu karena panas mesin, bukan karena percikan api dari busi.

Tim teknisi Honda menganjurkan Anda mengisi bensin yang disesuaikan dengan nilai rasio kompresi mesin motor. Semakin rendah nilai oktan maka bensin semakin lambat terbakar dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi akan berakibat bensin lebih sulit menguap atau penguapan rendah. Dari hal inilah bensin yang gagal terbakar akibat oktan terlalu rendah dapat menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Sebagai contoh, bahan bakar dengan kadar RON 88 atau premium hanya ideal dikonsumsi untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9 ke bawah. Pertalite yang memiliki RON 90 untuk kendaraan berasio kompresi 9-10. Di atas itu, untuk 10-11 cocok memakai RON 92. Sedangkan rasio kompresi 11-12 lebih pakai pakai RON 95.

Jadi, bila Anda terus menggunakan bahan bakar yang tidak ideal maka ruang pembakaran pada motor akan lebih cepat kotor. Ini akan mengganggu performa motor yang juga berakibat pada memendeknya usia motor. Anda tentu boleh menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi.
Sumber: okezone